
Satu lagi yang menarik dari yang saya baca, “Children Learn What They Live” by Dorothy Law Nolte. Seperti ini bunyinya, tentunya setelah ditranslate:
Jika anak dibesarkan dengan celaan,
Ia belajar memaki.
Jika anak dibesarkan dengan permusuhan,
Ia belajar berkelahi.
Jika anak dibesarkan dengan cemoohan,
Ia belajar rendah diri.
Jika anak dibesarkan dengan penghinaan,
Ia belajar menyesali diri.
So…yakinkah kita sebagai orang tua tega mencetak anak kita dengan pembelajaran yang terjadi seperti di atas. Tentunya, tidak…
See bout this….
Jika anak dibesarkan dengan toleransi,
Ia belajar menahan diri.
Jika anak dibesarkan dengan dorongan,
Ia belajar percaya diri.
Jika anak dibesarkan dengan pujian,
Ia belajar menghargai.
Jika anak dibesarkan dengan sebaik-baiknya perlakuan,
Ia belajar keadilan.
Jika anak dibesarkan dengan rasa aman,
Ia belajar kepercayaan.
Jika anak dibesarkan dengan dukungan,
Ia belajar menyenangi dirinya sendiri.
Jika anak dibesarkan dengan kasih saying dan persahabatan,
Ia belajar menemukan cinta dalam kehidupan.
Anak adalah anugrah yang seharusnya kita pelihara sebaik-baiknya hadiah terbesar dari Tuhan. Anak itulah yang akan meneruskan lahiriah kita sebagai manusia. Baik dan buruknya anak adalah tanggungjawab kita sebagai orang tua. Disinilah peran suami dan istri untuk sama-sama mendidik anaknya. Keduanya berperan sama besarnya. Jika ayah mengajari anak untuk berani dan berpikir logis, maka ibu mengajari anak untuk berempati dengan perasaan orang lain dan berpikir dewasa. Jika ayah memberi perlindungan, maka ibu memberikan kehangatan untuk anaknya.
Peranan keduanya haruslah seimbang meski keduanya bekerja mencari nafkah sebagai individu yang dikatakan dual carrier marriage. Terutama bagi ibu yang berperan ganda (sebagai ibu dari anak-anaknya-istri bagi suaminya dan sebagai wanita karir). Sisi yang perlu diperhatikan adalah pengelolaan dirinya dalam mengatasi permasalahan dalam rumah tangga.
Inilah…mudah-mudahan yang menjadi bahan tugas akhir saya….
Doakan ya…berjalan lancar dan sukses sampai gelar S.Psi bisa saya rengkuh…
Amin….
aslm.
BalasHapuskemaren saya dapat materi smart parenting di kantor, hahhaaha walau pun belum jadi orang tua apa salahnya persiapan kan ya?? nah si bunda nya itu bilang kalo kita (anak) adalah rapor bagi sang orang tua, layaknya ujian dan pembelajaran, saat dewasa kita lah nilai mereka, jadi paling nggak kita bisa bantu mereka untuk dapat rapor yang baik,
kumsalam.
BalasHapusbener bgt re, anak itu investasi hidup bagi orang tuanya...
anak itu cermin hidup orang tuanya juga...
perkembangan anak itu ga lepas dari orang tua. dan bagaimana seorang tumbuh dewasa itu, g lepas dari perkembangannya di masa anak2...
gud note, re, two tumbs up bwt yg di atas...